Dasco Sebut Pemerintah Siapkan Strategi Amankan Pasokan BBM di Tengah Ancaman Krisis Global
IVOOX.id – Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan sinyal adanya strategi mitigasi baru yang telah disiapkan pemerintah untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah ancaman krisis energi global.
Strategi tersebut, kata dia, merupakan hasil rapat terbatas antara pimpinan legislatif, Presiden Prabowo Subianto, dan menteri terkait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026, guna merespons potensi gangguan pasokan dari sumber minyak saat ini akibat perang di Timur Tengah.
"Mitigasinya bagaimana, nah itu sudah ada, dan bagus memang menurut saya. Tapi bukan saya yang mengungkapkan di sini, nanti dari pemerintah yang menyampaikan demikian," ujarnya di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (5/3/2026), dikutip dari Antara.
Dasco menyebutkan, pembicaraan di Istana tidak hanya sekadar membahas ketersediaan stok, tetapi juga skema penyelamatan jika Indonesia mengalami kesulitan mengambil pasokan dari sumber utama akibat ketegangan geopolitik.
DPR RI, tambah Dasco, memastikan akan terus mengawal implementasi langkah strategis tersebut agar masyarakat tidak terdampak oleh gejolak eksternal.
Dasco menjanjikan hasil pembahasan mitigasi yang disebutnya "bagus" tersebut akan segera diumumkan secara resmi oleh pemerintah kepada publik dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa cadangan BBM dalam negeri saat ini masih dalam kondisi stabil.
Meskipun situasi di Timur Tengah memanas, ketersediaan energi nasional diklaim mampu mencukupi kebutuhan rakyat hingga tiga pekan ke depan.
"Sampai hari ini enggak ada masalah. Stok kita cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga 20 hari ke depan," kata Bahlil di Jakarta, Senin (2/3/2026), dikutip dari Antara.
Bahlil menegaskan, distribusi BBM, khususnya jenis bersubsidi, tetap berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia. Namun, ia tidak menampik adanya potensi koreksi harga minyak dunia jika konflik di kawasan Teluk terus berlanjut yang dapat mengganggu rantai pasok global.
Impor Minyak AS Sudah Berlangsung
Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan impor minyak mentah (crude) dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari pengalihan impor minyak dari Timur Tengah sudah berlangsung secara bertahap.
“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap, ya, bertahap,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam, dikutip dari Antara.
Bahlil menyampaikan, impor minyak tidak bisa dilakukan sekaligus, sebab Indonesia memiliki keterbatasan kapasitas storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah.
Oleh karena itu, selain mengalihkan impor minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, Indonesia juga merespons perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran melalui percepatan pembangunan storage.
Pemerintah Indonesia akan menambah kapasitas penyimpanan, dari yang semula maksimal 25–26 hari, menjadi 90 hari atau 3 bulan sesuai dengan standar internasional.
“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa? Kita ini kan butuh survival,” ucap Bahlil.
Indonesia sudah mendapatkan investor untuk pembangunan storage yang direncanakan berlokasi di Sumatera. Saat ini, pembangunan storage sedang menjalani studi kelayakan atau feasibility study, sebelum memasuki masa pembangunan.
Bahlil menargetkan pembangunan storage dimulai pada tahun ini.
Ketahanan energi Indonesia menjadi sorotan masyarakat di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Pada Sabtu, 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran. Serangan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Kemudian Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada Minggu, 1 Maret 2026, Presiden AS Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.
Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan AS-Israel, meski belum ada pengumuman resmi mengenai blokade formal.
Adapun Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.
Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor tersebut.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?