Dedi Mulyadi Minta BUMN Selesaikan Kewajiban ke Bank BJB Rp3,7 Triliun
IVOOX.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta percepatan penyelesaian kewajiban sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap Bank Jabar Banten (BJB) yang nilainya mencapai hampir Rp3,7 triliun.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kinerja perbankan daerah serta mendukung iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam kegiatan Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute yang digelar di PCC Ballroom Hotel Holiday Inn Bandung, Kamis (22/1/2026).
“Harapannya adalah pertama, BUMN-BUMN yang memiliki kewajiban terhadap BJB segera diselesaikan karena itu menjadi beban yang membebani kegiatan usaha di Jabar," katanya dalam siaran pers Jumat (23/1/2026).
KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, juga menjelaskan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama manajemen Bank BJB telah melakukan komunikasi intensif, termasuk melalui surat resmi kepada Direktur Utama Danantara. Menurutnga upaya tersebut telah mendapatkan respons positif.
Lebih lanjut, KDM menyampaikan, konsep Danantara yang mencatatkan seluruh aset pemerintah memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan konsolidasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam waktu dekat, Pemdaprov Jabar akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menggabungkan seluruh BUMD Jawa Barat menjadi satu entitas di luar Bank BJB.
“Jadi, nanti itu hanya ada 2, satu ada BJB, satu lagi ada BUMD yang digabungkan, tidak berantakan seperti sekarang," kata KDM.
Menurut KDM, konsolidasi ini juga bertujuan memperbaiki tata kelola BUMD yang selama ini belum optimal.
“BUMD kan ada nilai aset yang hampir Rp4 triliun dan itu bisa menjadi nilai aset untuk dikelola secara baik," katanya.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?