Gejolak Pasar Modal Jadi Sorotan, Komisi XI DPR RI Dorong Perbaikan Tata Kelola dan Free Float
IVOOX.id – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyampaikan keprihatinannya terhadap gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir dan berdampak signifikan pada kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, guncangan tersebut menjadi sinyal serius yang harus ditanggapi secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan sektor keuangan.
“Sebagai mitra (Komisi XI), kami turut prihatin atas dua hari terakhir ini karena bursa kita mengalami guncangan yang sangat luar biasa,” ujar Fauzi Amro dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Minggu (1/2/2026).
Sebagai mitra Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi XI DPR RI menilai dinamika tersebut tidak bisa dianggap ringan. Situasi semakin menjadi perhatian setelah adanya kabar pengunduran diri pimpinan Bursa Efek Indonesia, Imam, yang dinilai sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar yang terjadi.
Fauzi menjelaskan bahwa Komisi XI sebelumnya telah menyampaikan pandangan dan mengambil keputusan terkait polemik free float yang belakangan ramai disorot. Ia menegaskan bahwa secara regulasi, ketentuan mengenai free float sebenarnya sudah diatur dengan jelas. Namun dalam praktiknya, masih muncul keraguan, terutama dari lembaga internasional seperti MSCI, terkait kualitas implementasi aturan tersebut.
Ia menyoroti pentingnya kejujuran dan komitmen para emiten dalam menjalankan ketentuan free float. Menurutnya, free float seharusnya benar-benar mencerminkan kepemilikan publik, bukan sekadar formalitas administratif untuk memenuhi persyaratan pencatatan.
“Yang menjadi persoalan sekarang, MSCI masih meragukan apakah free float itu benar-benar untuk publik atau justru masih dimiliki oleh pihak yang sama,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Dengan jumlah emiten di pasar modal Indonesia yang hampir mencapai seribu perusahaan, Fauzi menilai persoalan free float memiliki dampak yang luas. Ia menekankan bahwa isu ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan investor, baik domestik maupun global, serta penilaian internasional terhadap kredibilitas pasar modal Indonesia.
Terkait pengunduran diri pimpinan bursa, Fauzi menilai langkah tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk tanggung jawab moral. Ia berharap hal itu dapat menjadi contoh bagi tata kelola kelembagaan yang lebih baik ke depan.
“Kalau seorang pimpinan gagal, tentu harus ada konsekuensinya. Mudah-mudahan pengganti ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.
Meski demikian, Fauzi menyampaikan optimisme bahwa kondisi pasar modal mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ia menyebut aktivitas perdagangan di BEI pada hari Jumat sudah berjalan lebih stabil dibandingkan dua hari sebelumnya. Selain itu, ia menyambut baik komitmen OJK untuk melakukan pembenahan tata kelola pasar modal, termasuk rencana negosiasi ulang dengan MSCI agar ketentuan free float sebesar 20 hingga 30 persen benar-benar mencerminkan kepemilikan publik yang sesungguhnya.
“Kami berharap pasar modal kita ke depan semakin sehat, kredibel, dan dipercaya oleh investor domestik maupun global,” kata Fauzi Amro.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?