Gen Z Dan Ledakan Baru Dunia Literasi, Penjualan Buku Gramedia di E-Commerce Naik 300 Persen Sepanjang 2025
IVOOX.id – Minat baca generasi Z tengah memasuki fase yang tak hanya menjanjikan, tetapi juga mengejutkan banyak pelaku industri perbukuan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat kenaikan kegemaran membaca Gen Z hingga 72 persen, angka yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan ini langsung terasa di rak-rak Gramedia. Buku yang terbit hampir satu dekade lalu kembali menduduki puncak penjualan, sementara kategori novel mendominasi pasar buku nasional.
Corporate Support Director Gramedia, Yosef Adityo, menyebut lonjakan tersebut sebagai sinyal besar kebangkitan ekosistem literasi Indonesia. “Faktanya survei BPS tahun 2024, kegemaran membaca generasi Z meningkat sebesar 72 persen. Ini tentu luar biasa sekali, ini juga salah satu faktor pendukung kami Gramedia makin semangat untuk tetap menerbitkan buku-buku yang baik dan berkualitas,” ujarnya dalam Media Briefing Lazada di Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).
Salah satu penanda gelombang baru ini adalah kembalinya novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori menjadi buku terlaris sepanjang 2025. Karya yang terbit sejak 2017 itu tak hanya bertahan, tetapi mendominasi seluruh kanal penjualan. Yosef menyebutnya sebagai “mega bestseller nasional”. “Ini kalau boleh kita sampaikan, ini bisa jadi kayak mega best seller nasional ya. Dan ini juga yang menarik lagi karena tumbuhnya GenZ membaca lagi,” katanya.
Gelombang pembaca muda tak hanya mengubah peringkat penjualan, tetapi juga kategori buku yang diminati. Jika beberapa tahun lalu buku anak adalah primadona, kini novel mengambil alih dengan porsi hingga 66 persen dari keseluruhan penjualan Gramedia. Yosef melihat fenomena ini sebagai perpindahan alami generasi pembaca. Mereka yang dulu membeli buku cerita anak, kini tumbuh dan beralih ke novel. “Departemen novel masih yang 66 persen. Tapi ini juga bisa jadi karena pergeseran generasi,” ujarnya.
Lonjakan penjualan Gramedia juga diperkuat oleh strategi distribusi online melalui platform e-commerce Lazada Indonesia. Yosef mengungkapkan pertumbuhan penjualan Gramedia di Lazada mencapai lebih dari 300 persen sepanjang 2025, ditopang oleh ekspansi multi-warehouse hingga 17 lokasi. “Itu yang membuat jangkauan pembeli buku-buku Gramedia menjadi lebih luas,” ucapnya.
Gramedia, yang telah menjadi ikon budaya literasi Indonesia, kini kian menegaskan pentingnya adaptasi di era digital. “Sebagai bagian dari penerbit dan toko buku legendaris di Indonesia, penting bagi kami untuk menjaga literasi dan minat baca tetap hidup di era yang dipenuhi hiburan digital. Ini berarti kami harus mengubah cara dan medium kami dalam menjangkau pembaca,” ujar Yosef.
Di sisi lain, Lazada sebagai mitra digital Gramedia terus memperluas strategi berbasis brand untuk menghadapi festival belanja 12.12. Yosef menyebut kemitraan ini membantu Gramedia menjangkau generasi pembaca baru. “Lazada telah menjadi mitra yang kuat, membantu kami mengoptimalkan kehadiran kami di LazMall dan memanfaatkan berbagai fitur di platform,” tutupnya.
Tren meningkatnya minat baca Gen Z juga terlihat dari data Perpusnas. Tingkat Gemar Membaca (TGM) melonjak dari 66,77 pada 2023 menjadi 72,44 di 2024. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) pun naik hingga 73,52. Meski survei tersebut mencakup rentang usia luas, studi Universitas Padjadjaran 2025 menunjukkan Gen Z adalah pengguna terbesar aplikasi perpustakaan digital iPusnas. Sebanyak 75 persen pengguna berusia 20-26 tahun dan 17 persen berusia 15-19 tahun.
Meski demikian, catatan global tetap menunjukkan minat baca Indonesia masih rendah dibanding banyak negara lain. Namun gelombang Gen Z ini memberi secercah harapan baru. Mereka membaca, membeli, dan menghidupkan kembali buku-buku yang sebelumnya tenggelam. Dan bagi industri perbukuan, momentum ini bukan sekadar angka, melainkan babak baru dalam perjalanan literasi Indonesia.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?