Jakarta Siapkan Rangkaian Perayaan Imlek, Kawasan Monas Buka hingga Pukul 22.00 WIB

16 Feb 2026

IVOOX.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026 di sejumlah titik ikonik Ibu Kota sepanjang Februari hingga awal Maret 2026.

“Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Jakarta merupakan rumah bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Antara.

Rangkaian kegiatan Imlek 2026 meliputi pentas seni budaya, instalasi visual hingga pertunjukan kolosal.

“Kami menghadirkan berbagai kegiatan yang tersebar di ruang-ruang publik Jakarta. Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan suasana Imlek secara merata di berbagai kawasan,” kata dia.

Salah satu agenda utama adalah Lomba Dekorasi Imlek yang digelar pada 12–17 Februari 2026 di sepanjang Jalan M.H. Thamrin–Sudirman. Kegiatan ini melibatkan peritel, pengelola gedung, dan pengelola kawasan untuk mempercantik wajah Ibu Kota.

Adapun Festival Imlek Jakarta akan berlangsung pada 13–17 Februari 2026 di kawasan Bundaran HI. Festival ini menghadirkan instalasi cahaya, dekorasi bernuansa Imlek, serta pertunjukan seni budaya Tionghoa.

“Bundaran HI akan menjadi pusat perayaan yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka. Kami ingin menghadirkan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik,” ujar Wagub Rano.

Pemprov DKI juga akan menggelar Simfoni Imlek Jakarta pada 13 Februari 2026 di Bundaran HI. Pertunjukan ini melibatkan lebih dari 50 alat musik Tionghoa serta tarian Selendang Dendang.

“Simfoni Imlek menjadi simbol harmoni budaya yang hidup di Jakarta. Pertunjukan ini mencerminkan kolaborasi dan persatuan dalam keberagaman,” kata Rano.

Rangkaian perayaan berlanjut dengan Festival Pecinan Jakarta pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan Provinsi DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Festival ini menampilkan barongsai, liong serta instalasi seni bertema sejarah peranakan Jakarta.

Sementara itu, Harmoni Jakarta "powered by Jakarta City Branding" akan digelar pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub, Jakarta Selatan. Kegiatan ini memadukan seni bernuansa Tionghoa dengan sentuhan modern.

Menurut Wagub Rano, Blok M Hub dipilih untuk menjangkau generasi muda Jakarta. Perpaduan budaya dan modernitas menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan Imlek tahun ini.

Pada 16–17 Februari 2026, Semarak Imlek Jakarta akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dengan menampilkan video mapping dan instalasi seni.

Pada waktu yang sama, Jakarta Light Festival – Chinese New Year Edition akan berlangsung di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

“Monas dan Kota Tua akan menjadi ruang ekspresi budaya berbasis teknologi. Kami ingin menghadirkan perayaan Imlek yang modern tanpa meninggalkan nilai budaya,” katanya.

Rangkaian perayaan juga mencakup Festival Klenteng Jakarta yang berlangsung sepanjang Februari 2026. Festival ini menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual dan sejarah Jakarta.

“Klenteng merupakan bagian penting dari sejarah Jakarta. Melalui festival ini, kami mengajak masyarakat untuk menghargai nilai toleransi dan pluralisme,” ujarnya.

Sebagai penutup, Festival Cap Go Meh Jakarta akan digelar pada 3 Maret 2026 di Pancoran Chinatown Point, bekerja sama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026.

Rano berharap rangkaian perayaan Imlek Jakarta 2026 menjadi pertunjukan kelas dunia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata Jakarta di mata wisatawan domestik dan mancanegara.

“Sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing internasional,” katanya.

Kawasan Monas Buka hingga Pukul 22.00 WIB

Khusus libur Imlek 2026,pengelola Monumen Nasional (Monas) menerapkan jam operasional kawasan pukul 06.00-22.00 WIB sama seperti pada akhir pekan.

"Untuk tanggal 16 dan 17 Februari 2026," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Muhammad Isa Sarnuri saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/2/2026), dikutip dari Antara.

Sementara jam operasional untuk Tugu Monas, yakni pukul 08.00-18.00 WIB dengan tutup loket Monas pukul 17.00 WIB, sama seperti Selasa hingga Jumat.

Khusus 16-17 Februari, pengunjung dapat menikmati pertunjukan air menari dan video mapping di sisi selatan Silang Monas.

Pertunjukan air mancur menari berlangsung dua kali, yakni pada pukul 20.00 WIB dan 21.00 WIB. Sementara video mapping diadakan pada pukul 19.30 WIB dan 20.30 WIB.

Dia memprakirakan sekitar 20 ribu hingga 40 ribu orang akan memadati Monas, baik di kawasan pelataran maupun tugu pada libur Imlek.

Dia pun mengingatkan pengunjung agar membawa payung atau jas hujan, mengingat hujan biasanya turun saat perayaan Imlek.

"Ikuti ketentuan yang disampaikan oleh petugas, buang sampah pada tempatnya, persiapkan payung atau jas hujan, karena Imlek biasanya hujan," ujar Isa.

Seperti diketahui, Monas menjadi salah satu lokasi ikonik untuk perayaan Imlek Jakarta 2026 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Monas akan menjadi ruang ekspresi budaya berbasis teknologi melalui gelaran video mapping dan instalasi seni.

Rangkaian kegiatan Imlek 2026 di Jakarta digelar sepanjang Februari hingga awal Maret di berbagai lokasi strategis. Kegiatan itu meliputi pentas seni budaya, instalasi visual, serta pertunjukan kolosal. 

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong