Kemenhut Klaim Areal Keanekaragaman Hayati Tinggi Indonesia Luasnya 93,22 Juta Hektare
IVOOX.id – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memetakan areal dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi (ANKT) di Indonesia mencapai wilayah terestrial seluas 93,22 juta hektare (ha) yang tersebar di berbagai jenis kawasan termasuk hutan lindung dan kawasan konservasi.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Ahmad Munawir mengatakan Direktorat Jenderal KSDAE pada periode 2020-2024 melakukan inventarisasi dan verifikasi lapangan terkait ANKT sesuai dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJMN).
"Selama periode 2020-2024 sebanyak 1.312.254 catatan keberadaan spesies dikumpulkan dan diolah. Dari jumlah tersebut, 93,87 persen berhasil diverifikasi dan digunakan dalam analisis. Sebanyak 6.731 spesies diverifikasi selama periode ini, yang terdiri atas 3.453 spesies satwa liar dan 3.278 spesies tumbuhan alam," kata Ahmad Munawir, Senin (12/1/2026), dikutip dari Antara.
"Hasil permodelan habitat menggunakan Maxent mengindikasikan bahwa ANKT di Indonesia mencakup wilayah terestrial seluas 93,22 juta hektare, yang 52,8 juta hektare di antaranya tumpang tindih dengan peta indikatif hasil studi Kementerian PPN/Bappenas," tambahnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh Kementerian PPN/Bappenas pada 2019, diperkirakan terdapat 70 juta ha ANKT di wilayah terestrial Indonesia, namun belum mencakup wilayah yang berada di sisi Timur Garis Lydekker.
ANKT hasil permodelan spasial tersebar di berbagai fungsi lahan yaitu pada hutan lindung seluas 21,03 juta ha, kawasan konservasi 14,82 juta ha, hutan produksi tetap 16,90 juta ha, hutan produksi terbatas 21,01 juta ha, hutan produksi yang dapat dikonversi 5,59 juta ha, serta pada areal penggunaan lainnya 12,95 juta ha.
Berdasarkan wilayah ekoregion, sebaran ANKT meliputi di Sumatera seluas 13,5 juta ha, Jawa 3,2 juta ha, Bali-Nusa Tenggara 4,27 juta ha, Kalimantan 26,59 juta ha, Sulawesi 11,77 juta ha, Maluku 4,03 juta ha, dan Papua 29,71 juta ha.
Hasil analisis spasial juga menyajikan ANKT pada kawasan konservasi perairan dengan teridentifikasi 37 kawasan konservasi perairan seluas 5.006.202,19 ha. Di wilayah tersebut, terumbu karang teridentifikasi seluas 143.486 ha dan padang lamun seluas 207.224 ha.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?