Menlu: Indonesia Jalin Komunikasi dengan AS dan Iran, Tawarkan Diri Jadi Mediator Konflik

05 Mar 2026

IVOOX.id – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan telah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran terkait tawaran Indonesia untuk memfasilitasi perundingan damai di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan,” ujar Sugiono dikutip dari Youtube Sekretariat Kepresidenan, Rabu (4/3/2026).

Ia mengungkapkan, niat Indonesia juga telah disampaikan langsung kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui percakapan telepon. Dalam komunikasi tersebut, Indonesia menegaskan pentingnya semua pihak kembali ke meja perundingan guna meredakan ketegangan.

“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima,” kata Sugiono.

Menurut dia, langkah ini didorong komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dan konstruktif dalam merespons konflik internasional. Dialog dan diplomasi, kata Sugiono, tetap menjadi jalur terbaik untuk meredakan ketegangan serta mengakhiri konflik bersenjata.

Namun demikian, ia menegaskan upaya mediasi hanya dapat dilakukan apabila seluruh pihak yang terlibat menyatakan kesediaan untuk difasilitasi. “Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, situasi memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu lalu. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.

Indonesia sebelumnya menyatakan penyesalan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer, serta menyerukan semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog. Bahkan, Kementerian Luar Negeri menyebut apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong