Menpora: Indonesia Runner-up SEA Games 2025
IVOOX.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengungkapkan bahwa posisi runner-up SEA Games 2025 sudah dipastikan milik Indonesia. Terakhir kali tim Merah Putih mencatatkan prestasi yang sama pada SEA Games 1995.
“Pada SEA Games sebelum-sebelumnya, khususnya saat Indonesia tidak menjadi tuan rumah, posisi Indonesia rata-rata berada di peringkat tiga atau empat,” kata Erick dalam keterangan resmi, Sabtu (20/19/2025), dikutip dari Antara.
Catatan bersejarah ini menurut Erick tidak dapat dilepaskan dari dukungan Presiden Prabowo Subianto yang melakukan penambahan anggaran SEA Games 2025 sehingga bisa mengirimkan atlet-atlet terbaik pada pesta olahraga se-Asia Tenggara ini.
Selain itu menurut Erick tambahan insentif bonus Rp1 miliar untuk peraih medali emas juga menjadi pelecut semangat para atlet untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya di SEA Games 2025.
“Kebijakan Bapak Presiden dalam memberikan tambahan insentif sebesar Rp1 miliar bagi atlet peraih medali emas turut memberikan dorongan motivasi bagi para atlet untuk tabungan masa depan mereka, karena banyak orang tua melihat atlet tidak ada jaminan masa depan,” ungkap Erick.
Presiden Prabowo Subianto memberi selamat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir atas prestasi atlet-atlet Indonesia.
Dalam perhelatan SEA Games 2025, kontingen Indonesia untuk pertama kalinya sejak tahun 1995 menempati urutan kedua setelah Thailand dengan perolehan 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
"Menteri Pemuda dan Olahraga, sudah kembali, saudara Erick Thohir. Selamat dengan 91 emas, terima kasih. Di satu pihak, saya senyum 91 emas. Di lain pihak, agak pusing juga. Bonusnya besar juga itu, sekarang," kata Presiden Prabowo saat acara akad massal 50.030 KPR FLPP dan serah terima kunci rumah subsidi di Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025), dikutip dari Antara.
Walaupun demikian, Presiden menegaskan janji seorang pemimpin harus ditunaikan, yang artinya atlet-atlet yang berprestasi dan berhasil menyabet medali saat berlaga di SEA Games 2025 akan menerima bonus dari pemerintah.
"Sabdo Pandito Ratu. Ucapan seorang pemimpin harus dipegang. Gembira, tetapi pusing tidak apa-apa. Yang penting, pejuang-pejuang kita, kita hormati dan kita hargai," kata Presiden Prabowo.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan para atlet Tim Indonesia yang menorehkan prestasi pada SEA Games Thailand 2025.
“Alhamdulillah, capaian medali emas dan prestasi luar biasa yang diraih Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025 adalah hasil dari kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan panjang yang dilakukan dengan sepenuh hati,” kata Okto di Bangkok, Sabtu (20/12/2025), dikutip dari Antara.
Ia menilai capaian Tim Indonesia di SEA Games 2025 menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Menurut Okto, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah yang konsisten terhadap pembinaan olahraga nasional. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia serta Menteri Pemuda dan Olahraga atas perhatian dan kebijakan yang diberikan.
Sebagai bagian dari tata kelola dan pertanggungjawaban prestasi olahraga nasional, Okto menegaskan NOC Indonesia akan menyampaikan laporan resmi hasil dan capaian Tim Indonesia di SEA Games Thailand 2025 kepada Menteri Pemuda dan Olahraga untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia.
Okto juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh cabang olahraga, atlet, pelatih, ofisial, serta tim pendukung yang telah berjuang selama penyelenggaraan SEA Games 2025 di Thailand.
“Kalian telah membawa Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang di Thailand. Perjuangan ini adalah kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Okto.
Selain itu, NOC Indonesia memberikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang mendukung Tim Indonesia sepanjang SEA Games 2025, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian prestasi.

Aldila dan Janice raih medali emas tenis ganda putri. Petenis ganda putri Indonesia Janice Tjen (kiri) dan Aldila Sutjiadi (kanan) berpose dengan medali emasnya usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final tenis ganda putri SEA Games 2025 di National Tennis Development Center, Pak Kret, Nothanburi, Bangkok, Thailand, Jumat (19/12/2025). Aldila dan Janice berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan petenis Thailand Peangtarn Plipuech dan Mananchaya Sawangkaew dengan skor 2-0 (6-2, 6-1). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Runner-up Rasa Juara
Mengutip Antara, raihan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu dengan total 333 keping medali mengantar Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir.
Target 80 emas terlampaui, sejarah pun tercipta. Untuk pertama kali dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali runner-up SEA Games saat tidak berstatus sebagai tuan rumah, menyamai pencapaian dalam SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand.
Angka-angka itu memberi alasan kuat untuk berbangga. Hasil di Bangkok juga menjadi raihan emas terbanyak Indonesia sepanjang keikutsertaan di SEA Games luar negeri setelah edisi 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 102 emas dan 1991 di Manila, Filipina, dengan 92 emas.
Jika dibandingkan dengan SEA Games 2023 Kamboja, performa kali ini menunjukkan peningkatan yang nyata, baik dari sisi jumlah emas maupun sebaran prestasi di berbagai cabang olahraga. Di Kamboja, Indonesia meraih 87 emas, 80 perak, 109 perunggu. Di bawah Vietnam dengan 139 emas, 105 perak, 114 perunggu dan Thailand dengan 108 emas, 96 perak, 108 perunggu.
Kekuatan Indonesia dalam SEA Games 2025 tidak berdiri pada satu tumpuan. Atletik muncul sebagai penyumbang emas terbanyak dengan sembilan keping, disusul menembak dan panahan, masing-masing dengan enam emas.
Cabang lain juga turut andil besar dalam menyumbang medali emas seperti wushu dengan lima keping, lalu ada empat emas masing-masing dari panjat tebing, judo, dragon boat, dan pencak silat, serta cabang-cabang lainnya.
Melihat sebaran medali menunjukkan bahwa pembinaan kini relatif merata.
Beberapa cabang olahraga bahkan berhasil tampil dominan dan keluar sebagai juara umum, seperti panahan, wushu, dayung, pencak silat, bulu tangkis, dan triatlon.
Catatan ini kian lengkap dengan hadirnya emas perdana dari cabang-cabang yang selama ini belum menjadi arus utama, mulai ice hockey, hingga futsal putra.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?