OTT KPK di Jakarta Tangkap 17 Orang Termasuk Mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Rizal, Sita Uang, dan Emas
IVOOX.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan menangkap sebanyak 17 orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, termasuk mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Kemenkeu Rizal.
Adapun Rizal saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat Kemenkeu setelah dilantik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 28 Januari 2026.
“Dalam lanjutan peristiwa tertangkap tangan terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, tim telah mengamankan sejumlah tujuh belas orang,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis (5/2/2026), dikutip dari Antara.
Budi menjelaskan 17 orang tersebut terdiri atas 12 pegawai DJBC Kemenkeu, dan lima orang dari pihak PT BR.
Berdasarkan informasi yang dihimpun PT BR yang dimaksud adalah Blueray Cargo.
Selain itu, Budi mengatakan mata uang yang disita KPK terkait OTT tersebut terdiri atas rupiah, dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dan Yen.
Sebelumnya, Budi mengatakan OTT KPK tersebut menyita uang tunai miliaran rupiah dan logam mulia emas sekitar tiga kilogram.
"Untuk uang, senilai miliaran rupiah. Kemudian logam mulia itu ada mungkin sekitar tiga kilogram emas," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2/2025), dikutip dari Antara.
Budi menjelaskan uang dan logam mulia tersebut merupakan barang bukti terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menangkap mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Rizal.
“Mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan. Itu yang kemudian diamankan di wilayah Lampung,” ujar Budi.
Sementara itu, Budi mengatakan KPK juga menangkap sejumlah pihak di wilayah Jakarta, terutama di Kantor Pusat DJBC Kemenkeu.
Budi mengungkapkan operasi tangkap tangan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berkaitan dengan importasi barang.
"Ya, terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia begitu ya," ujarnya.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?