Penjualan LPG Meningkat 10,6 Persen Selama Natal dan Tahun Baru

07 Jan 2026

IVOOX.id – Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) resmi ditutup pada Senin (5/1/2026). Berdasarkan catatan yang ada penyaluran LPG selama periode Nataru mengalami peningkatan sebesar 10,6 persen.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati mengatakan di sektor LPG, kondisi penyaluran dilaporkan aman. Terdapat 40 terminal LPG, 736 SP(P)BE, dan 6.634 agen LPG yang disiagakan. Ketahanan stok nasional berada di kisaran 10-16 hari dengan rata-rata 12,8 hari. 

"Rerata penyaluran LPG pada periode satgas Natal 2025 dan tahun Baru 2026 mengalami kenaikan sebesar 10,6 persen," kata Erika dalam siaran pers Selasa (6/1/2026).

Erika melaporkan bahwa Posko yang berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 berjalan lancar berkat semangat kolaborasi dan sinergi yang baik. Masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 dengan aman dan suka cita. 

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Posko dan para pihak yang telah mendukung terlaksananya Posko Nataru dengan baik dan lancar," katanya.

Erika memaparkan beberapa indikator ketersediaan energi selama masa posko. Stok BBM dipertahankan pada tingkat aman, berkisar antara 16-35 hari dengan rata-rata sekitar 21 hari. Secara keseluruhan, selama masa posko ada beberapa pergerakan penyaluran BBM dibanding rerata normal: Gasoline meningkat 0,9 persen, Gasoil turun 3,4 persen, Kerosene turun 6,2 persen, dan Avtur meningkat 5,5 persen.

Terkait pengawasan distribusi BBM, Erika menambahkan bahwa BPH Migas melakukan pengawasan lapangan di 55 kabupaten/kota dan 22 provinsi, dengan temuan yang menunjukkan penyaluran BBM berjalan aman dan lancar. 

"Selama masa Posko, BPH Migas melaksanakan pengawasan lapangan yang tersebar di 55 kabupaten/kota dan 22 provinsi di mana hasil pengawasan menunjukkan penyaluran BBM aman dan lancar," tambahnya.

Untuk gas bumi, kata ia secara umum tidak ada kendala berarti dan kondisi aman. Rerata penyaluran niaga gas selama Nataru tercatat 867 BBTUD, meningkat 4,3 persen dibanding realisasi Nataru 2024. Namun terdapat beberapa tantangan operasional, khususnya proses recovery pasca-bencana dan kerusakan fasilitas pemasok gas di wilayah Sumatera Bagian Utara (meliputi Aceh dan Medan). 

Di bidang tenaga listrik, operasi sistem dan penyediaan pasokan juga dinyatakan aman. Daya mampu pasok (DMP) sistem tenaga listrik nasional tertinggi selama periode posko tercatat 56.333,02 MW pada 15 Desember 2025, sedangkan DMP terendah 49.361,33 MW terjadi pada 28 Desember 2025. Untuk beban puncak (BP), nilai tertinggi 46.493,35 MW terjadi pada 17 Desember 2025 dan BP terendah 36.921,47 MW terjadi pada 1 Januari 2026.

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong