Persebaya Ditahan Imbang Dewa United 1-1
IVOOX.id – Persebaya ditahan imbang Dewa United 1-1 yang bermain dengan 10 orang pada pertandingan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 1 Februari 2026, malam.
Mengutip Antara, gol Persebaya dicetak oleh Francisco Rivera pada menit ke-23, sedangkan gol Dewa United dicetak oleh Kafiatur pada menit ke-30.
Persebaya naik ke peringkat lima klasemen dengan 32 poin, sementara Dewa United naik ke posisi ke-10 dengan 24 poin.
Dewa United langsung menggebrak, namun kerap dipatahkan oleh pressing lini depan Persebaya.
Persebaya membuka peluang pada menit ke-14 namun sontekan Jefferson melebar ke sisi kanan gawang kiper Sonny Stevens.
Tuan rumah memecahkan kebuntuan pada menit ke-23 melalui gol Francisco Rivera setelah menerima umpan Malik Risaldi.
Dewa United menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat sepakan keras Kafiatur dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau kiper Persebaya Ernando Ari Sutaryadi.
Kedua tim meningkatkan intensitas permainan dengan saling melancarkan serangan.
Pada menit ke-37, Dewa United harus bermain dengan 10 pemain setelah Nick Kuipers, diganjar kartu merah karena menjatuhkan Malik Risaldi di depan kotak penalti.
Unggul jumlah pemain, tim asuhan Bernardo Tavares meningkatkan intensitas serangan agar kembali unggul.
Sejumlah peluang diciptakan Persebaya melalui sepakan jarak jauh Toni Firmansyah dan Gali Freitas, tetapi belum membuahkan hasil.
Pada babak kedua, Bruno Moreira cs tampil lebih menekan, namun dihalau lini belakang Dewa United.
Meski bermain dengan 10 pemain, pemain-pemain asuhan Jan Olde Riekerink tetap efektif memainkan umpan kaki ke kaki.
Persebaya mencetak gol pada menit ke-89 lewat sundulan Mihailo Perovic, tapi dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta.
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink memuji mentalitas dan kedisiplinan taktik timnya setelah mengimbangi Persebaya.
“Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan sebelas pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” kata Riekerink dalam konferensi pers setelah pertandingan di Surabaya, Minggu (1/2/2026), dikutip dari Antara.
Ia menilai kartu merah yang diterima salah satu pemainnya menjadi momen krusial yang membuat laga menjadi jauh lebih sulit, namun menjadi ujian mental bagi Dewa United.
Kondisi tersebut memaksanya melakukan penyesuaian taktik, dengan mengubah garis pertahanan lebih dalam untuk meredam tekanan tuan rumah pada babak kedua.
Riekerink juga menginstruksikan lini belakang untuk bermain lebih rapat dan menutup ruang di area pertahanan sendiri.
"Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya," ucapnya.
Riekerink menyebut satu poin dari Surabaya menjadi modal penting dalam membangun konsistensi permainan, mentalitas dan disiplin pemain dalam jangka panjang.
Pelatih asal Belanda itu menilai performa tersebut menunjukkan perkembangan Dewa United dalam menghadapi situasi sulit dan menjadi fondasi untuk kembali bersaing di papan atas kompetisi.
Sementara, pelatih Persebaya Bernardo Tavares kecewa timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan hanya bermain imbang 1-1 melawan Dewa United.
“Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” kata Tavares dalam konferensi pers setelah pertandingan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026), dikutip dari Antara.
Pelatih asal Portugal itu menilai hasil tersebut merugikan Persebaya karena unggul jumlah pemain sejak awal babak kedua.
Tavares juga menyoroti penurunan kecepatan sirkulasi bola pada babak kedua sehingga Persebaya kesulitan membongkar pertahanan Dewa United.
“Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” ujarnya.
Menurut Tavares, lambatnya aliran bola membuat lini belakang lawan memiliki cukup waktu untuk menutup ruang.
Berikutnya Persebaya melawat ke kandang Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada pertandingan selanjutnya, Sabtu,7 Februari 2026. Pada hari yang sama Dewa United bertandang ke kandang Persik Kediri di Stadion Brawijaya.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?