Perusahaan Logistik Antisipasi Lonjakan Volume Pengiriman Barang Saat Ramadan

05 Mar 2026

IVOOX.id – J&T Cargo memastikan kelancaran arus logistik nasional dengan penguatan operasional melalui ekspansi infrastruktur yang kini mencakup lebih dari 100 gateway, armada lebih dari 8.000 unit, serta 4.000 outlet yang menjangkau 98 persen wilayah Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk memastikan pengiriman muatan besar tetap optimal di tengah lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

PR Media Relation & Partnership J&T Cargo, Natalia Pangaribuan menyebut, peningkatan kinerja operasional menjadi fondasi untuk penguatan layanan berkelanjutan. Pada 2025, capaian Service Level Agreement (SLA) pengiriman di platform Shopee tercatat 96,8 persen dan di TikTok mencapai 97,8 persen.

“Capaian ini menjadi dasar bagi J&T Cargo untuk melakukan peningkatan berkelanjutan, termasuk optimasi rute dan pengawasan performa berbasis data demi kepuasan pelanggan,” ujarnya dalam acara buka puasa bersama dan media meet up di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sebagai penghubung antara sentra produksi dan pasar, perusahaan mengandalkan sistem distribusi yang ditopang berbagai layanan seperti EZ Track, Fast Track, dan Max Track. Layanan tersebut dirancang untuk mempercepat perputaran barang sekaligus menjaga arus kas bisnis, khususnya bagi pelaku UMKM dan industri nasional.

Perusahaan logistik J&T Cargo memperkirakan volume pengiriman barang akan meningkat antara 10 hingga 30 persen selama periode Ramadan dan Lebaran 2026 dibandingkan hari biasa.

Natalia mengatakan lonjakan tersebut merupakan pola tahunan yang telah diantisipasi perusahaan melalui berbagai strategi operasional. “Proyeksi peningkatan volume pengiriman barang sekitar 10-30 persen selama Ramadan dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Untuk menyambut Lebaran, perusahaan melakukan penyesuaian jadwal line haul, verifikasi kelayakan kendaraan, serta pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi pengemudi guna memastikan keselamatan di lapangan. Pengawasan pergerakan kiriman juga dilakukan secara real-time untuk mendeteksi kendala sejak dini dan merespons cepat dinamika selama periode mudik.

Meski demikian, ia mengakui masih ada wilayah di Indonesia Timur yang belum sepenuhnya terjangkau secara langsung. Namun, pengiriman tetap dilakukan melalui skema hub, sembari perusahaan menjajaki perluasan operasional ke kawasan tersebut.

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong