Quiles Juara Moto3 2026 di Sirkuit Mandalika, Veda Ega Finis Keenam
IVOOX.id – Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team Maximo Quiles tampil gemilang dengan keunggulan 2,994 detik atas David Almansa yang finis kedua di ajang Moto3 Grand Prix Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 11 Oktober 2026.
Mengutip Antara, Brian Uriarte berada di posisi ketiga dengan selisih 5,156 detik. Sementara Matteo Bertelle mengakhiri balapan di urutan keempat, disusul Salmela, Veda, Pini, Adrian Fernandez, Joel Esteban, dan Scott Ogden di sepuluh besar.
Sukses di Mandalika memastikan Quiles menjadi juara dunia Moto3 2026. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu kini mengoleksi 351 poin, unggul 132 poin atas Almansa dengan hanya maksimal 125 poin yang masih dapat diperebutkan dari lima putaran tersisa.
Quiles menegaskan tetap mempertahankan mentalitas kompetitif dengan fokus menyelesaikan seluruh rangkaian musim hingga seri terakhir di Valencia, Spanyol, meski sudah menjadi juara dunia Moto3 2026.
Pembalap Spanyol tersebut menyatakan keberhasilan menjadi juara dunia tidak mengubah fokusnya sehingga tetap ingin memberikan kemampuan terbaik dalam setiap balapan, termasuk menghadapi tekanan dari para pesaingnya.
"Benar, saya juga sempat gugup saat balapan penentu gelar tadi namun perasaan gugup selalu bagus untuk dimiliki agar terus mencapai fokus," kata Quiles setelah ditetapkan sebagai juara dunia Moto3 2026, dalam Grand Prix Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026), dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan mengelola tekanan justru menjadi bagian penting yang membantunya meningkatkan kemampuan mental dalam membalap.
Menurut pembalap berusia 18 tahun itu persaingan dengan Brian Uriarte dan Alvaro Carpe yang memperkuat Red Bull KTM Ajo, serta David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP membuat perjalanan menuju gelar juara tidak mudah.
Ketiganya terus menunjukkan peningkatan sehingga dia harus mati-matian mempertahankan keunggulan.
Uriarte mengawali balapan di pole position dengan catatan waktu 1 menit 36,861 detik, sementara Quiles memulai dari posisi keenam dan pembalap andalan Indonesia Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia menempati urutan ketujuh.
Quiles membukukan 20 lap dengan waktu 32 menit 36,821 detik.
Balapan diwarnai dengan sejumlah insiden sehingga enam pembalap gagal menyelesaikan finis termasuk Carpe yang bertengger di posisi ketiga klasemen, sedangkan Veda kini di peringkat kedelapan dengan 105 poin atau berselisih 221 dari Quiles.
Veda Pratama Pecahkan Rekor Poin Debut Moto3
Di ajang tersebut, pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menuntaskan balapan kandangnya dengan finis keenam
Pembalap Honda Team Asia itu menyelesaikan balapan dengan selisih 12,017 detik dari Maximo Quiles yang memenangi lomba dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik.
Memulai balapan dari posisi ketujuh atau baris ketiga, Veda memperbaiki satu posisi untuk memetik 10 poin di hadapan publik sendiri.
Veda finis tepat di belakang Rico Salmela yang menempati posisi kelima dengan selisih 10,967 detik dari pemenang.
Pembalap berusia 17 tahun itu mengungguli Guido Pini di posisi ketujuh dengan jarak hanya 0,300 detik saat melewati garis finis.
Tambahan 10 poin dari Mandalika membuat Veda mengoleksi 115 poin. Ia naik ke posisi ketujuh klasemen, melewati Hakim Danish dan Matteo Bertelle yang sama-sama mengumpulkan 109 poin.
Veda memecahkan rekor poin tertinggi untuk pembalap debut Honda Team Asia dalam satu musim Moto3 yang sebelumnya dipegang Ai Ogura dengan 109 poin.
Mengutip Antara, laman MotoGP pada Minggu menyebutkan pembalap Indonesia yang finis di urutan keenam GP Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu telah mengoleksi 115 poin dalam klasemen Moto3 2026 untuk duduk di peringkat ketujuh.
Jumlah itu berpeluang bertambah lantaran Moto3 2026 menyisakan lima seri di Australia, Malaysia, Qatar, Portugal dan Spanyol.
Ogura, yang kini berkompetisi di MotoGP bersama Trackhouse, menorehkan 109 poin kala menjalani debut penuhnya pada Moto3 musim 2019. Jumlah poin itu membuatnya berada di peringkat 10 klasemen akhir.
Performa Veda pada musim debutnya memang lebih baik dibandingkan Ogura. Selain dari poin, Veda juga menonjol dari sisi prestasi.
Sama-sama mengendarai motor Honda Team Asia, Veda sudah dua kali naik podium pada 2026 di GP Brasil dan GP Prancis, ketika usianya baru 17 tahun.
Sementara Ogura hanya satu kali berada di podium saat debut penuhnya di Moto3 2019 di GP Aragon ketika berumur 18 tahun.
Perbedaan lainnya, Veda benar-benar baru pertama kali membalap di Moto3 pada musim 2026, sedangkan Ogura sudah mendapatkan wildcard untuk berkompetisi di Moto3 sebelum dia debut.
Namun, pada 2018 Ogura cuma empat kali balapan dan berstatus pembalap Asia Talent Team, bukan Honda Team Asia.
Ai Ogura berkembang menjadi salah satu pembalap terbaik yang pernah memperkuat Honda Team Asia.
Pada 2020, Ai Ogura mencetak total 170 poin di Moto3 untuk merebut posisi ketiga klasemen akhir yang membawanya naik kelas ke Moto2 pada 2021 dan MotoGP pada 2025.
Tapi Ogura bukan pembalap yang menyumbangkan poin terbanyak untuk Honda Team Asia dalam satu musim Moto3 karena rekor tersebut dipegang oleh Taiyo Furusato dengan 172 poin.
Furusato mendapatkan 172 poin pada Moto3 2025 atau musim terakhirnya di Moto3 setelah debut pada musim 2021.
Furusato saat ini berkompetisi di Moto2 untuk Idemitsu Honda Team Asia, yang berbagi tempat dengan pembalap Indonesia, Mario Aji.
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?