Teras Cihampelas
IVOOX.id – Teras Cihampelas atau Cihampelas Skywalk diresmikan pada tahun 2017. Teras Cihampelas dibangun dengan tujuan untuk merelokasi para pedagang kaki lima di area Cihampelas, sehingga mengurangi kepadatan dan kemacetan di jalan Cihampelas, Kota Bandung.
Belakangan ini Teras Cihampelas kembali ramai dibicarakan. Tampaknya walikota Bandung, Kang Farhan, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) telah sepakat untuk membongkar struktur konstruksi yang digagas oleh walikota Bandung saat itu; Pak Ridwan Kamil (RK).
Terlepas dari berbagai alasan yang diajukan, baik dari aspek teknis maupun persyaratan administratif yang dikemukakan oleh walikota Bandung, seperti dalam wawancara beliau dengan detik.com berikut:
"Teras Cihampelas memang berdasarkan kajian sudah menghadapi permasalahan perizinan, tidak punya PBI, tidak punya SLF. Sehingga kami memang harus, kalau peraturan kan kalau enggak ada PBI harus dibongkar, ya," kata Farhan," Senin (22/12/2025); juga hasil loading test yang kurang memuaskan; bagi saya Teras Cihampelas sebenarnya punya potensi unik dan menarik.
Kalau saya tidak salah dengar, dahulu Pak RK berencana menjadikan "budaya jalan kaki" menjadi budaya urban baru di Bandung. Ide awalnya adalah lewat Teras Cihampelas, dimana kawasan Cihampelas akan diubah menjadi kawasan bebas kendaraan bermotor. Kendaraan roda empat dan dua akan diparkir di kawasan Gelap Nyawang depan kampus ITB, dan "sky bridge" untuk pejalan kaki akan tersambung dengan Teras Cihampelas.
Asyik banget kan? Menikmati sejuknya udara Bandung sambil menikmati pemandangan terbuka di atas tajuk pepohonan yang memang menjadi keunggulan daerah Dago, Taman Sari, Cihampelas, Cipaganti, sampai ke Setiabudi.
Polusi dan emisi gas buang kendaraan bermotor dapat direduksi, warga masyarakat dan wisatawan akan banyak bergerak dan berolahraga dengan jalan kaki, UMKM akan punya gerai dan lokasi berjualan yang representatif dan unik, kemacetan dapat terurai, dan pusat-pusat wisata atau point of interest kota Bandung seperti kampus ITB, Cihampelas, Kebun Binatang, dan hutan kota Babakan Siliwangi dapat terhubung. Kini tinggal jalur pejalan kaki Babakan Siliwangi saja yang masih ramai dikunjungi.
Saya termasuk segelintir orang yang masih senang naik ke Teras Cihampelas dan berlama-lama di sana. Sekedar jalan kaki berputar dan menikmati senja dengan latar jembatan legendaris Pasupati, atau sekedar duduk membaca buku sambil menghirup udara segar yang terpancar dari hasil fotosintesa berbagai pohon kayu keras yang beberapa di antaranya mungkin sudah berusia lebih dari 1 abad.
Asyik loh sebenarnya. Kalau lapar atau mau sholat; tinggal turun dan masuk ke mall Ciwalk yang didesain oleh saudara saya, Fauzan; putera arsitek legendaris Indonesia, Pak Achmad Noekman yang mendesain masjid Salman ITB.
Maka saya jadi keidean, setelah tadi jalan melewati area kuliner Cilaki, pasar Cihapit, dan Gempol; saya membayangkan jika di Teras Cihampelas ini dibuatkan jogging track buat orang berolahraga seperti yang saat ini ramai di area GOR Saparua dan juga Gasibu depan Gedung Sate serta stadion atletik Pajajaran, maka bisa saja Teras Cihampelas menjadi alternatif.
Di beberapa titik bisa dibuat spot Yoga, spot senam jantung dan lansia, spot aerobik dll. Undang komunitas, tambahkan eskalator elektrik untuk lansia dan difabel, atau jalur landai seperti di stasiun kereta api Kiara Condong yang unik, asyik, dan yang pasti sehat serta hemat energi.
Buat juga "pulau-pulau tematik" di sana. Ada coffee island yang menggandeng kedai-kedai kopi ternama kota Bandung yang sudah memiliki "massa fanatik" seperti Makmur Jaya, Wheels, Bahagia, Contrast, 5758, Roempi, Kinokimi dll.
Ada pula sweet and savory island seperti Dobah (donat bahagia), Tjilaki 9, Roti Gempol, dll. Selanjutnya ada umami island yang diisi mie Yamin Abud, baso Akung, mie ayam Cipaganti, sate bando, mie kocok Dadeng, nasi goreng bistik, lotek Kalipahapo dll.
Semua tenant dalam island itu cukup menampilkan versi mobile atau mininya yang tampil sebagai serving point, untuk menyesuaikan dengan dimensi/volume ruang, dan beban loading dari konstruksi Teras Cihampelas.
Area duduknya bisa lesehan di rumput sintetis, meja-kursi piknik organik berbahan kayu daur ulang dengan payung-payung aneka warna yang lucu, pojok library, game interaktif, multimedia, dan berbagai vending machine makanan-minuman ringan serta produk-produk daerah.
Teras Cihampelas dapat berperan multifungsi; public space yang edukatif-aman-sehat dan nyaman, galeri UMKM, etalase kuliner unggulan Bandung, community wellness center, dan juga pusat budaya urban yang dinamis dan menjadi episentrum aktivitas sosial warga dan wisatawan yang datang berkunjung. Bak "Malioboro plus-plus" ini mah.
Gimana Bray? Mungkin gagasan ini bisa menjadi salah satu alternatif tinimbang rencana pembongkaran yang mungkin akan menelan biaya cukup besar, berpotensi menimbulkan kemacetan saat prosesnya, dan adanya potensi kerugian aset negara.
Langkah kongkretnya mungkin bisa diawali dengan melakukan perencanaan aktivitas di sana secara detail, feasibility study, FGD dengan segenap stake holders, perbaikan konstruksi, penataan ulang, menjalin kemitraan, perumusan model bisnis dan rencana marketing, serta berbagai persiapan eksekusi lainnya; agar rencana revitalisasi matang dan program dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Penulis: Tauhid Nur Azhar
Ahli neurosains dan aplikasi teknologi kecerdasan artifisial, SCCIC ITB/TFRIC-19
Berhasil Login.....
Gagal Login
Komentar
Edit Komentar
Hapus Komentar
Anda yakin ingin menghapus komentar ?