Jasa Marga Prediksi 126 Ribu Kendaraan Bakal Lintasi GT Cikampek Utama Saat Puncak Mudik Lebaran

15 Mar 2026

IVOOX.id – PT Jasa Marga memprediksi Gerbang Tol Cikampek Utama akan dilintasi sebanyak 126 ribu kendaraan pada saat puncak arus mudik 18 Maret 2026 mendatang.

"Angka ini merupakan lonjakan yang cukup tinggi, yakni sekitar 300 persen di atas kondisi normal," ujar Vice President Corporate Secretary & Legal PT. Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo kepada wartawan di lokasi, Sabtu (14/3/2026), dikutip dari Antara.

Menyusul prediksi lonjakan tersebut, Jasa Marga masih menunggu keputusan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas. 

"Penerapan one way maupun contra flow, kami tetap akan menunggu diskresi dari pihak kepolisian berdasarkan parameter kondisi lalu lintas di lapangan," kata dia.

Lebih lanjut, Ria mengatakan, berdasarkan evaluasi tahun lalu, jam favorit pemudik biasanya terjadi pada malam hari setelah buka puasa. 

"Oleh karena itu, kami terus mengimbau para pengguna jalan untuk memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi Travoy, sehingga dapat melihat langsung kondisi ruas tol melalui CCTV," kata dia.

Kemudian untuk arus balik, pihaknya memprediksi akan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan perkiraan kendaraan yang melintas dari arah timur menuju barat mencapai sekitar 120 ribu kendaraan, atau juga sekitar 300 persen di atas kondisi normal.

"Sebagai antisipasi, kami juga menyiapkan opsi pembukaan Gerbang Tol Cikampek Utama 8 yang memiliki lima gardu, apabila nantinya dibutuhkan untuk mendukung kelancaran arus balik," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan lalu lintas, termasuk kemungkinan adanya penyekatan arus kendaraan sejak 13 Maret.

Polri Catat Sudah 459.570 Kendaraan Keluar Jakarta

Terpisah, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengatakan sebanyak 459.570 kendaraan keluar dari Jakarta pada pelaksanaan hari kedua Operasi Ketupat 2026 pada Sabtu, 14 Maret 2026.

“Prediksi kami memang tanggal 14, 15 Maret ada peningkatan. Namun, pada malam hari ini kami menyampaikan bahwa yang keluar ke Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan,” kata Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal di Command Center KM 92, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026) dini hari, dikutip dari Antara. 

Ia menyebut, mayoritas kendaraan tersebut didominasi menuju arah Timur atau ke arah Trans Jawa. Jenis kendaraan juga didominasi oleh kendaraan pribadi.

“Adapun untuk kendaraan-kendaraan lain, terutama truk, masih ada sebagian yang mengarah ke arah Merak, Bakauheni,” ungkapnya.

Dari total 3,67 juta kendaraan yang diprediksi keluar Jakarta, ia mengatakan diperkirakan masih ada 3,2 juta kendaraan lagi yang akan keluar Jakarta pada hari-hari operasi berikutnya. 

“Jadi, masih ada kurang lebih 76,9 persen,” imbuhnya.

Untuk langkah selanjutnya, sambung dia, Korlantas Polri akan mengantisipasi potensi lonjakan jumlah kendaraan pada hari-hari sisa operasi.

“Kemungkinan prediksi kami hari Rabu (18/3/2026), Kamis (19/3/2026), Jumat (20/3/2026), itu akan terjadi lonjakan. Namun, tentunya kita tetap memantau perkembangan situasi dan anggota kami di seluruh jalur, baik itu di tol maupun arteri, tetap mengantisipasi,” ucapnya.

Sebelumnya, pada hari pertama Operasi Ketupat 2026 atau pada Jumat, 13 Maret 2026, Jasa Marga mengungkapkan bahwa sebesar 14 persen kendaraan telah keluar dari Jakarta.

Adapun 14 persen tersebut adalah sekitar 285 ribu kendaraan dari total 3,5 juta kendaraan yang diprediksi keluar dari Jakarta. Tujuan kendaraan didominasi menuju Tol Trans Jawa.

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong