Realisasi Investasi Indonesia 2025 Capai Rp1.931,2 Triliun, Serap 2,7 Juta Tenaga Kerja

16 Jan 2026

IVOOX.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun. Capaian tersebut melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun dan sekaligus menjadi penopang penting penyerapan tenaga kerja nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa realisasi investasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 telah mencapai 101,3 persen dari target yang ditetapkan Presiden. Secara tahunan, nilai investasi juga tumbuh signifikan sebesar 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hasil realisasi investasi Januari-Desember 2025 dari target sebesar tadi 1.905 triliun, alhamdulillah tercapai 1.931,2 triliun. Ada peningkatan 12,7 persen,” ujar Rosan dalam paparan realisasi investasi di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Menurut Rosan, capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi Indonesia tetap terjaga meski sempat menghadapi dinamika politik dan tekanan global pada pertengahan tahun. Ia menilai kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, tetap solid hingga akhir 2025.

“Di tengah tantangan dunia yang penuh ketidakpastian, alhamdulillah investasi yang masuk ke Indonesia ini terus terjaga baik dari dalam maupun dari luar negeri. Terlepas kemarin sempat ada ribut sedikit di bulan Agustus, alhamdulillah ini kita bisa recover di kuartal keempatnya,” katanya.

Lebih lanjut, Rosan menekankan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan investasi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada kualitas investasi yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2025, proyek-proyek investasi yang berjalan tercatat menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja baru.

“Paling penting ini yang ingin saya sampaikan adalah penciptaan lapangan pekerjaan. Kurang lebihnya 2,7 juta, tepatnya 2.710.532 orang atau peningkatan 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rosan.

Dari sisi persebaran, data BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi semakin merata. Wilayah luar Pulau Jawa menyumbang Rp991,2 triliun atau sekitar 51,3 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan realisasi investasi tertinggi, diikuti oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Adapun sektor yang menjadi penggerak utama investasi sepanjang 2025 meliputi industri logam dasar, pertambangan, serta transportasi dan telekomunikasi. Rosan optimistis tren positif ini akan berlanjut pada 2026, terutama dengan meningkatnya dorongan dari sektor hilirisasi dan peran Badan Pengelola Investasi Danantara.

“Ini yang ingin kami highlight, adalah penciptaan lapangan pekerjaan yang tercipta dari total investasi Rp1.931,2 triliun pada tahun 2025 ini,” katanya.

Lima Negara Asia Dominasi Investasi, Singapura Teratas

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat lima negara yang paling aktif menanamkan modal di Indonesia. Menariknya, seluruh negara tersebut berasal dari kawasan Asia, mencerminkan kuatnya peran regional dalam mendorong arus investasi ke Tanah Air.

Rosan menyampaikan bahwa Singapura menempati posisi pertama sebagai investor terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, negara tersebut menanamkan modal sekitar US$ 17,4 miliar atau setara Rp 293,6 triliun, dengan asumsi nilai tukar Rp 16.875 per dolar AS. Nilai ini menegaskan konsistensi Singapura sebagai mitra utama Indonesia dalam investasi asing langsung.

Menurut Rosan, sektor yang paling banyak diminati oleh investor asal Singapura adalah industri logam dasar dan barang logam. Selain itu, aliran modal juga masuk ke sektor transportasi, industri makanan, serta pertambangan. “Nomor satunya sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin. Kemudian jasa lainnya, lalu transportasi, industri makanan, dan pertambangan,” ujar Rosandalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Di posisi kedua, Hong Kong mencatatkan nilai investasi sebesar US$ 10,6 miliar sepanjang 2025. Kontribusi ini menempatkan Hong Kong sebagai salah satu pemain penting dalam peta investasi asing di Indonesia. Sementara itu, China berada di peringkat ketiga dengan total investasi mencapai US$ 7,5 miliar, menunjukkan tetap kuatnya minat investor China di berbagai sektor strategis nasional.

Posisi keempat ditempati oleh Malaysia dengan nilai investasi sebesar US$ 4,5 miliar. Adapun Jepang berada di urutan kelima dengan total investasi US$ 3,1 miliar. Kelima negara tersebut secara kolektif memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian investasi nasional sepanjang tahun lalu.

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong