Penjelasan BGN Soal Video Makan Bergizi Gratis Tak Penuhi Standar Mutu di Gunung Sindur

21 Jan 2026

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi video viral soal porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SDN Pengasinan 2, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Sebelumnya , video viral tersebut terjadi di SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur. 

Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, menegaskan bahwa kesalahan penyebutan lokasi dalam video berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. “Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari,” ujar Karimah Muhammad di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Selain keliru dalam menyebutkan lokasi, BGN juga menilai tampilan menu dalam video tidak merepresentasikan kondisi saat MBG dibagikan kepada siswa. Menu yang direkam diketahui telah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga kondisinya tidak lagi sama seperti saat pertama kali disajikan di sekolah.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Rama Ramadhan, menjelaskan bahwa pada saat pembagian, menu MBG telah disajikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN. “Menu MBG disajikan menggunakan food tray resmi sesuai SOP BGN, dengan komposisi dan porsi yang layak. Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya,” ujar Rama Ramadhan.

Ia menambahkan, kondisi lalapan yang terlihat tidak layak dalam video tersebut terjadi karena makanan sudah dibawa pulang dan melewati batas waktu konsumsi yang direkomendasikan. “Menu tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga wadahnya bukan lagi ompreng MBG. Lalapan terlihat rusak karena sudah melewati batas best before,” ujarnya.

Menanggapi narasi yang menyebutkan menu MBG tidak lengkap, Karimah Muhammad kembali menegaskan bahwa lauk utama berupa ayam sebenarnya telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam.

“Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini bahkan terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh,” kata Karimah.

Komentar

Berhasil Login.....

Gagal Login

Back to Top

Komentar berhasil di tambah

Komentar berhasil di Edit

Komentar berhasil di Dihapus

Anda Harus Login

Tidak Boleh Kosong